Permintaan, Penawaran, dan Keseimbangan Pasar

Dalam ilmu ekonomi, terdapat hubungan antara pembeli dan penjual suatu barang pada suatu pasar. Pembeli dan penjual akan saling bertemu dan membentuk suatu titik pertemuan dalam satuan harga dan jumlah barang yaitu pada transaksi perdagangan. Dan pada setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan dan penawaran harga serta kuantitas, dimana permintaan dan penawaran harga serta kuantitas ini akan mempengaruhi keseimbangan pasar.

1.     Permintaan

Permintaan adalah sejumlah barang yang diminta oleh konsumen pada tingkat harga dan waktu tertentu. Permintaan, dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : harga barang itu sendiri, ketersediaan dan harga barang lain yang berkaitan erat dengan barang tersebut sebagai pengganti dan pelengkap (misalnya jika harga tepung mahal maka harga roti bisa turun permintaannya), pendapatan atau penghasilan rumah tangga dan pendapatan atau penghasilan rata-rata masyarakat (jika orang memiliki gaji yang besar, maka pasti ia ingin membeli barang yang dibutuhkan atau yang diinginkan sebanyak mungkin sesuai dengan kemampuannya), jumlah penduduk, ekspektasi atau perkiraan atau ramalan mengenai keadaan harga di masa yang akan datang (jika harga suatu barang akan diperkirakan naik maka akan banyak orang yang ingin menimbun barang tersebut, contohnya emas), banyaknya kebutuhan konsumen serta selera konsumen (hal ini tergantung situasi dan kondisi pada konsumen, misalnya ketika musim flu, maka permintaan akan obat flu instan pun akan naik). Di dalam suatu pasar, yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli.

Hukum permintaan merupakan hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta yang bersifat negatif. Hukum ekonomi ini berlaku ceteris paribus (semua asumsi diabaikan, hukum permintaan ini berlaku apabila keadaan atau faktor lain selain harga tidak berubah), jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli maka akan semakin banyak dan jika harga semakin mahal maka permintaan atau pembeli maka akan semakin sedikit. Kenaikan harga yang terjadi akan menyebabkan turunnya daya beli konsumen dan permintaan akan barang itupun akan berkurang, sehingga konsumen akan mencari barang pengganti yang harganya lebih terjangkau.

Hubungan antara tingkat harga dengan kuantitas atau jumlah barang yang ingin dan dapat dibeli oleh konsumen digambarkan melalui sebuah kurva permintaan. Kurva permintaan mempunyai kemiringan negatif karena variable-variable yang bekerja dalam permintaan berlawanan arah. Pada sumbu Y, merupakan sumbu tingkatan harga dan pada sumbu X merupakan sumbu jumlah barang. Kurva permintaan tidak mungkin menyentuh sumbu Y atau titik harga barang karena dipastikan bahwa berapapun harga suatu barang, pasti ada konsumen yang bersedia dan mampu untuk membelinya. Karena hal ini kembali pada faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan, salah satunya yaitu selera konsumen. Kurba permintaan akan bergerak dari kiri atas ke kanan bawah, maksudnya adalah apabila harga mengalami penurunan, maka jumlah barang dan jasa yang akan diminta mengalami kenaikan.

2.     Penawaran

Penawaran merupakan jumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual pada tingkat harga dan waktu atau situasi tertentu. Dikarenakan manusia merupakan makluk yang tidak pernah puas akan barang dan jasa, pihak produsen dituntut untuk menyediakan barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Tingkat penawaran dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : harga barang itu sendiri, biaya produksi dan teknologi yang digunakan oleh produsen (jika biaya produksi barang tersebut tinggi, maka otomatis harga barang itupun akan tinggi), tujuan perusahaan atau produsen (yang dimaksudkan adalah apakah perusahaan tersebut berdiri dan menghasilkan produk atau barang guna mencari keuntungan sebanyak-banyaknya maka harga barang yang dihasilkan pun pasti tinggi), pajak (pajak juga sangat berpengaruh, karena semakin naik pajak suatu barang maka harga barang tersebut pun akan menjadi semakin tinggi), ketersediaan dan harga barang sebagai pengganti atau pelengkap (contohnya adalah ketika jenis barangnya sama, produsennya berbeda, dan harga barang tersebut berbeda jauh, maka konsumen dapat beralih membeli atau memilih barang atau produk yang lebih murah dan terjangkau harganya), dan prediksi atau perkiraan atau ramalah harga di masa yang akan datang (jika harga barang di masa yang akan datang dapat terprediksi, maka produsen dapat mempersiapkan dirinya untuk memproduksi barang dengan jumlah yang lebih untuk mencapai keuntungan yang semaksimal mungkin).

Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Hukum ini berbunyi, jika tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan semakin naik dan jika tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan semakin turun.

Seperti halnya hukum permintaan, hukum penawaran juga dapat digambarkan ke dalam sebuah kurva. Dimana kurva penawaran mempunyai kemiringan yang positif, artinya variable-variablenya bekerja dalam arah yang sama. Kurva penawaran ini bentuknya miring dari kiri bawah ke kanan atas. Kurva ini akan menghubungkan titik koordinat pada sumbu Y yaitu sumbu harga dengan sumbu X yaitu sumbu jumlah barang yang ditawarkan.

3.     Keseimbangan Pasar

Keseimbangan pasar atau market aquilibrium dalam ilmu ekonomi merupakan harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Keseimbangan pasar akan tercapai jika jumlah barang atau produk yang diminta sama dengan jumlah barang atau produk yang ditawarkan, atau dapat juga harga barang atau produk yang diminta sama dengan harga barang atau produk yang diminta oleh pembeli dan hal tersebut menghasilkan sebuah kesepakatan antara pembeli (konsumen) dengan penjual (produsen). Jika keseimbangan pasar telah tercapai, maka titik tersebut akan dijadikan patokan kedua belah pihak (pembeli dan penjual) dalam menentukan harga suatu barang. Harga pasar tidak terbentuk secara otomatis akan tetapi terbentuk melalui suatu proses mekanisme pasar yakni tarik-menarik antara kekuatan pembeli dengan permintaannya dan kekuatan penjual dengan penawarannya.

Keseimbangan pasar dapat ditentukan juga secara matematis, yaitu apabila fungsi permintaan dan penawaran sama, maka dapat diperoleh suatu rumus, yaitu :

Qd = Qs

Ket :

Qd = jumlah yang diminta

Qs = jumlah yang ditawarkan

Syarat keseimbangan pasar adalah permintaan sama dengan penawaran, seperti yang disebutkan dalam rumus yaitu Qd = Qs.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 518 other followers

%d bloggers like this: